Penyebab Kegagalan Imunisasi DPT

Imunisasi merupakan tindakan memasukkan suatu zat yang bersifat antigen ke dalam tubuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Zat yang digunakan sebagai antigen tersebut berasal dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan yang merupakan penyebab dari sebuah penyakit.Virus dan bakteri ini sengaja diinjeksikan ke dalam tubuh manusia dengan tujuan untuk merangsang reaksi tubuh dengan membuat antibodi untuk melawan virus atau bakteri yang dimasukkan. Sehingga, apabila suatu saat orang yang telah diinjeksikan antigen atau yang lebih dikenal dengan sebutan diimunisasi, kemudian terkena serangan virus atau bakteri tersebut yang masih aktif, maka tubuh orang tersebut telah memproduksi antibodi yang cukup untuk melawan serangan tersebut, sehingga penyakit yang ditimbulkan oleh virus atau bakteri tersebut dapat dicegah.

Difteri, Tetanus Dan Pertusis (DPT)

Penyakit Difteri, Tetanus dan Pertusis merupakan penyakit yang menyerang anakanak pada usia 1 hingga 10 tahun yang diawali dari sebab kecil yang kadang diabaikan oleh orang tua. Penyakit ini dapat menimbulkan kerusakan organ fatal seperti jantung, ginjal, tulang belakang hingga kematian bila tidak segera ditangani. Oleh sebab itu, penting dilakukannya imunisasi untuk mencegah penyakit tersebut.

Imunisasi Difteri, Tetanus dan Pertusis atau yang lebih dikenal dengan nama imunisasi DPT merupakan salah satu dari imunisasi dasar yaitu yang dilakukan pertama kali sewaktu anak berumur lebih dari 6 minggu setelah lahir. Semasa kurang dari 1 tahun, imunisasi DPT dilakukan selama 3 kali dalam interval 1 bulan.Imunisasi DPT merupakan vaksin gabungan atau yang dikenal sebagai vaksin combo dari tiga vaksin yaitu untuk penyakit Difteri, penyakit Tetanus dan penyakit Pertusis.

Kegagalan Imunisasi DPT

Kasus yang terjadi akhirakhir ini seperti di beberapa kota di Jawa Timur adalah tentang desasdesus adanya kegagalan imunisasi DPT. Mengapa bisa terjadi demikian? Berikut akan dipaparkan mengenai beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan imunisasi atau vaksinasi sebelum hal tersebut menjadi salah satu Penyebab Kegagalan Imunisasi DPT, yaitu:

1. Masa Berlaku Vaksin.

Perlu dilakukan pembatasan masa berlaku atau masa kadaluwarsa (life span) vaksin. Karena vaksin yang sudah lewat masa kadaluarsa tentunya tidak dapat merangsang sistem kekebalan tubuh secara baik untuk mendapatkan antibodi yang cukup.

2. Metode Penyimpanan Vaksin

Perlu untuk memperhatikan tempat penyimpanan vaksin, jangan sembarangan menyimpan vaksin, karena akan membahayakan bagi anak yang diimunisasi. Vaksin tidak boleh disimpan pada temperatur lebih dari 4 derajat Celsius karena dapat menyebabkan hilang potensi. Akibat dari hilang potensi adalah vaksin akan tidak mampu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi, sehingga akan percuma dilakukannya imunisasi.

3. Bahan Pengencer

Masalah bahan pengencer, terlihat simpel tetapi fatal. Seringkali terjadi terutama pada daerah pedesaan, dokter atau bidan dan pengurus posyandu kurang memperhatikan masalah bahan pengencer. Tak jarang digunakan air sumur, air keran atau aqua destilata sebagai bahan pengencer, namun itu adalah cara yang salah. Air tersebut adalah tempat berkembang biak bagi virus atau bakteri yang telah dilemahkan sebagai vaksin tersebut sehingga akan menimbulkan fase hidup kembali. Hal ini sering sekali menjadi penyebab terjadinya kegagalan imunisasi DPT yang terabaikan. Bahan pengencer seharusnya menggunakan bahan yang dibuat dari pabrik khusus pembuat vaksin yang steril dan tanpa ditambah campuran apapun.

4. Dosis

Dosis merupakan hal terpenting dalam pemberian imunisasi. Kurangnya dosis vaksin yang diberikan akan menyebabkan kurangnya imunitas sehingga antibodi tidak memenuhi standar yang seharusnya. Akibatnya anak akan mudah terkena penyakit DPT namun masih dengan tingkat keparahan yang ringan. Sedangkan bila memberikan dosis yang berlebih maka sistem kekebalan akan bersifat immunotolerant atau tidak mempan terhadap dosis imunisasi yang seharusnya. Sehingga akan memerlukan lebih banyak dosis untuk imunisasi DPT selanjutnya. Hal ini menjadi tidak baik juga untuk kekebalan tubuh anak, dan juga harga vaksin akan menjadi mahal karena harus menggunakan vaksin yang berdosis tinggi.

5. Antibodi Maternal

Antibodi maternal atau antibodi bawaan dari ibu merupakan faktor genetik yang juga dapat menjadi Penyebab Kegagalan Imunisasi DPT. Apabila imunisasi dilakukan kurang dari 6 minggu yaitu saat antibodi maternal masih ada dalam sirkulasi darah, maka vaksin yang diberikan akan secara natural termakan oleh antibodi maternal, sehingga vaksin akan meluruh dan tentu saja tidak dapat merangsang kekebalan tubuh anak.

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *