4 Penyakit Yang Dapat Ditangkal Vaksin Kombinasi DPaT/HiB

Difteria
Merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Kuman tersebut masuk lewat hidung ke tenggorokan dan membuat semacam selaput yang makin lama melebar sehingga menyumbat jalan napas. Bahayanya, bakteri ini juga memproduksi racun (toksin) yang dapat menyebar ke seluruh organ tubuh seperti jantung dan sistem saraf. Pada kasus berat, kuman ini dapat menyumbat jalan napas. Difteria sangat menular dan menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Penularannya terjadi melalui percikan ludah dari udara pernapasan penderita.

Pertusis atau Batuk Rejan
Disebut juga batuk seratus hari atau whooping cough. Penyebabnya adalah bakteri Bordetella pertussis. Bakteri ini menghasilkan racun (toksin) pada selaput lendir saluran napas yang merangsang pembentukan dahak yang banyak dan kental. Bayi sangat sulit mengeluarkan lendir ini sehingga berisiko meninggal karena tak bisa bernapas. Gejalanya, bayi kecil tampak biru dan kejang.
Pertusis dapat ditemukan pada semua usia. Separuhnya pada anak di bawah usia 2 tahun dan terutama pada bayi-bayi di bawah 6 bulan. Ditularkannya melalui percikan air liur atau udara pernapasan penderita. Pada banyak kasus, pertusis anak ditularkan oleh orang tuanya yang ternyata seorang pengidap (karier).

Produk-Pentavalent-66

Tetanus
Penyebabnya bakteri Clostridium tetani yang ada di alam bebas terutama di tanah dan kotoran binatang. Tetanus sangat berbahaya jika mengenai bayi baru lahir. Biasanya terjadi saat pemotongan tali pusat dengan alat dan cara yang tidak steril.
Gejala tetanus adalah kejang-kejang dan kesulitan menelan. Pada bayi baru lahir tampak mulutnya yang mencucu, tidak dapat menetek, sehingga dapat mengakibatkan kematian. Untuk menekan angka penderita tetanus, ibu hamil perlu diberi vaksinasi suntikan TT dan para ibu juga perlu diajarkan bagaimana merawat tali pusat bayinya yang baru lahir dengan baik.

Meningitis
Penyebabnya adalah bakteri Haemophilus Influenzae tipe B yang sangat menular. Penularannya terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Gejalanya tidak spesifik. Penyakitnya hanya dapat diketahui setelah terjadi kerusakan pada selaput saluran pernapasan. Kerusakan tersebut ditandai dengan timbulnya demam, rinitis (peradangan selaput lendir hidung), sakit tenggorokan, batuk, lelah, nyeri otot dan kepala, muntah serta diare.
Anak balita terutama bayi paling berisiko tertular penyakit ini. Meski pasien bisa disembuhkan, kemungkinan besar ia akan mengalami gangguan pendengaran, gangguan mental bahkan gangguan otak.

Sumber :

http://idai.or.id/public-articles/klinik/imunisasi/vaksin-kombinasi.html

http://dr-anak.com/plus-minus-vaksin-kombinasi.html

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>