Komplikasi Penyakit Pertusis

Pertusis adalah penyakit yang disebabkan bakteri bordetella pertussis dan agen infeksi lainnya. Pertussis disebut juga whooping cough syndrome, biasanya disebabkan B. pertussis, kuman gram negative, dan basil. Beberapa pertusis disebabkan bakteri lain seperti bordetella parapertusis, yang tidak berefek pada vaksinasi B. pertusis. Pertusis dan B. parapertusis menginfeksi manusia saja, dan hanya transmisi antar manusia melalui penularan batuk. Adenovirus dapat berhubungan dengan pertusis. Infeksi dobel antara B. pertusis dan adenovirus terjadi lebih sering disbanding yang diekspektasikan.

Source: Google Free Image
Source: Google Free Image

Komplikasi
Penyakit pertussis juga dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya, yaitu:
Pneumonia. Merupakan komplikasi tersering dari pertusis yang disebabkan oleh infeksi sekunder bakteri atau akibat aspirasi muntahan.
• Tanda yang menunjukkan pneumonia bila didapatkan napas cepat di antara episode batuk, demam dan terjadinya distres pernapasan secara cepat.
• Tatalaksana pneumonia:
Kejang. Hal ini bisa disebabkan oleh anoksia sehubungan dengan serangan apnu atau sianotik, atau ensefalopati akibat pelepasan toksin.
• Gizi kurang. Anak dengan pertusis dapat mengalami gizi kurang yang disebabkan oleh berkurangnya asupan makanan dan sering muntah.
• Cegah gizi kurang dengan asupan makanan adekuat, seperti yang dijelaskan pada perawatan penunjang.
Perdarahan dan hernia
• Perdarahan subkonjungtiva dan epistaksis sering terjadi pada pertusis. Tidak ada terapi khusus.
• Hernia umbilikalis atau inguinalis dapat terjadi akibat batuk yang kuat. Tidak perlu dilakukan tindakan khusus kecuali terjadi obstruksi saluran pencernaan, tetapi rujuk anak untuk evaluasi bedah setelah fase akut.

Sumber:
http://www.ichrc.org/
https://doktermuslim.com/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *