Mengenal Penyakit Batuk Rejan

Di berbagai literatur kedokteran, batuk rejan disebut juga sebagai batuk pertusis, whooping cough, violent cough dan tussis quinta. Batuk rejan ini disebabkan oleh:
1. Bordetella pertussis
2. Bordetella parapertussis.

Source: Google Free Image
Source: Google Free Image

Mengenal batuk rejan dan penyebabnya ini amat penting bagi kalangan medis, terutama dokter, untuk menentukan medikasi atau jenis terapinya. Kita dapat dengan mudah mengenal batuk rejan dan penyebabnya ini dengan cara mengenali lebih dekat karakteristik penyebabnya, yaitu:

1. Bordetella pertussis
Bordetella pertussis adalah bakteri gram negatif, berbentuk kokobasilus, berukuran kecil yakni: panjangnya 0,5 hingga 1 mikrometer (µm), memiliki diameter 0,2 sampai 0,3 mikrometer (µm), berbentuk ovoid (mirip oval), tidak dapat hidup tanpa oksigen (bersifat aerobik ekstrasel), tidak memiliki spora, tidak dapat bergerak, tidak bersifat invasif, dapat menempel erat ke lapisan epitel saluran pernafasan melalui proses hemaglutinasi filamentosa dan adhesin yang dinamakan pertaktin. Bakteri ini menyebar dan menular melalui aerosolized droplets (percikan air liur) dari penderita batuk rejan yang sedang batuk.

Mengenal batuk rejan juga dapat dilakukan dengan identifikasi Bordetella pertussis secara lebih mendetail dan terperinci, misalnya: bakteri ini terlihat jelas berkapsul dengan granula bipoler metakromatik melalui pewarnaan toloidin biru.

Bordetella pertussis mudah dibiakkan di media pembenihan yang dinamakan sebagai “bordet gengou” alias potato-blood-glycerol agar” dengan penambahan penisilin G sebanyak 0,5 mikrogram/ml yang dimaksudkan untuk menghambat pertumbuhan organisme lain.

Mengenali beberapa antigen yang dihasilkan oleh bakteri Bordetella pertussis juga merupakan langkah dan upaya untuk mengenal batuk rejan dan penyebabnya secara lebih lanjut. Bakteri ini menghasilkan antigen seperti:
– adenylcyclase,
– aglutinogen fimbriae,
– endotoksin (pertussis lipopolysaccharide),
– filamentous hemagglutinin (FHA),
– pertactine 69-kDa OMP,
– toksin pertusis (PT),
– dan tracheal cytotoxin.

FHA, PT, lymphositosis promoting factor (LPF), dan protein 69-Kd berperan dalam proses perlekatan Bordetella pertussis pada silia.

PT adalah toksin terpenting penyebab munculnya penyakit, sehingga terkadang hanya timbul infeksi ringan karena bakteri Bordetella pertussis sedang tidak menghasilkan PT.
Cara bakteri Bordetella pertussis menginfeksi manusia itu melalui tahapan sebagai berikut: perlekatan, perlawanan terhadap mekanisme pertahanan host (pejamu), timbullah kerusakan lokal (setempat), dan akhirnya muncullah penyakit sistemik.

2. Bordetella Parapertussis
Batuk rejan yang penyebabnya adalah Bordetella parapertussis maka gejalanya akan lebih ringan daripada batuk rejan yang ditimbulkan oleh Bordetella pertussis.

Sekadar diketahui, manusia adalah satu-satunya kolam penampungan (reservoir tunggal) bagi Bordetella pertussis dan Bordetella parapertussis.

Sumber:
http://artikelduniawanita.com/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *