Seluk Beluk Campak

Campak adalah suatu penyakit infeksi virus akut dengan daya penularan tinggi. Virus campak sendiri termasuk dalam family paramyxovirus. Campak sering juga disebut sebagai morbili atau rubeola. Bahaya penyakit campak adalah
1. kurang gizi akibat diare berulang dan berkepanjangan pasca campak ;
2. Sindrom subakut panensefalitis (SSPE) pada anak >10 tahun;
3. Munculnya gejala penyakit tuberculosis paru yang lebih parah pasca mengidap penyakit campak yang berat yang disertai pneumonia.
Campak ditemukan hampir di semua negara. Kejadian campak paling tinggi pada saat akhir musim dingin dan saat musim semi. Sebelum penggunaan vaksin, epidemi campak berlangsung selama 3-4 bulan dan berulang setiap 2-5 tahun. Kasus paling banyak dijumpai pada anak usia pra sekolah, pada awal usia sekolah, dan beberapa kasus pada usia lebih dari 20 tahun. Dan kini setelah adanya vaksin campak, terjadi penurunan insiden besar-besaran. Sebagai contoh di Amerika Serikat sebelum era vaksin tiap tahun diilaporkan 200.000-500.000 kasus campak setiap tahunnya, tetapi sejak tahun 1963 insidens campak ini berkurang sampai 99%. Penurunan utamanya terjadi setelah pada tahun 1980-an setiap anak yang akan bersekolah harus menunjukkan bukti telah diimunisasi campak. Hal ini sejalan dengan meningkatnya cakupan imunisasi di wilayah tersebut.
 Bagaimana cara penularan Campak?
Penyakit campak menular secara kontak langsung melalui butiran halus air ludah (droplet) infeksi. Penyakit ini terutama sangat menular pada 3-5 hari sebelum timbul ruam hingga 4 hari setelah ruam muncul. Pada penderita dengan gangguan sistem imun dapat terjadi perpanjangan ekskresi virus pada sistem pernafasan dan dapat terus menular selama masih sakit.
 Kapan kita mencurigai seseorang terkena Campak?
Setelah masa inkubasi selama 10-11 hari, penyakit diawali dengan demam. Dalam waktu 24 jam terjadi iritasi pada mata dan batuk. Keluhan tersebut semakin menghebat hingga mencapai puncaknya pada hari ke-4 disertai dengan munculnya erupsi kulit. Kira-kira dua hari sebelum timbul ruam, tampak bercak koplik pada selaput mukosa pipi yang berhadapan dengan gigi molar. Dalam tiga hari lesi semakin bertambah dan mengenai seluruh mukosa. Demam menurun dan bercak koplik menghilang pada akhir hari kedua setelah timbul ruam. Ruam kemerahan menjalar dari kepala (muka, dahi, garis batas rambut, telinga, dan leher bagian atas) menuju ke ekstremitas dalam 3-4 hari. Selama 3-4 hari berikutnya ruam mulai memudar sesuai urutan kejadiannya.
 Bagaimanakah cara pencegahan Campak?
Cara pencegahan terbaik untuk penyakit campak adalah dengan melakukan pemberian vaksin campak (Imunisasi). Imunisasi campak sebenarnya sudah bayi dapatkan dari kekebalan campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Apalagi penyakit campak mudah menular, dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah mudah sekali terserang penyakit ini. Untungnya campak hanya diderita sekali seumur hidup. Jadi, sekali terkena campak, setelah itu biasanya tak akan terkena lagi.

 Pengobatan apa yang diberikan bagi penderita Campak?
Terapi campak adalah terapi suportif seperti pemberian cairan dan antipiretik. Antibiotika diberikan apabila didapatkan infeksi sekunder oleh bakteri. Pemberian antibiotika profilaksis untuk mencegah infeksi sekunder tidak bermanfaat dan tidak direkomendasikan. Hingga saat ini WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian vitamin A pada setiap penderita campak, terutama bila di negara tersebut masih sering ditemukan kasus defisiensi vitamin A. Dosis yang direkomendasikan adalah 100.000 IU untuk anak berusia 6 bulan – 1 tahun dan 200.000 IU untuk anak berusia ³1 tahun. Dosis diulangi keesokan harinya dan 4 minggu kemudian jika didapati gejala klinis defisiensi vitamin A. Pemberian vitamin A dapat mengurangi mortalitas dan morbiditas yang disebabkan oleh penyakit Campak.
Si sakit harus terus beristirahat di tempat tidur, di dalam kamar yang sejuk, dan lindungi matanya dari cahaya yang terang. Jika kulit si penderita amat terasa gatal, beri bedak anti gatal beberapa kali sehari. Kulit harus selalu dalam keadaan bersih. Tetes hidung juga bisa berguna untuk membersihkan hidung dan membuka saluran udara. Ini juga untuk membantu melindungi telinga dari infeksi, dan mencegah komplikasi-komplikasi lain pada kerongkongan. Yang harus dihindari adalah batuk-batuk keras, karena radang paru-paru merupakan salah satu sebab kematian yang paling sering dialami sesudah penyakit campak. Pengobatan yang terbaik dari penyakit campak adalah mencegah penyakit itu sebelum terjadi dengan menggunakan vaksin penyakit campak. Saat ini, vaksin campak ini mudah diperoleh di mana saja dan setiap anak harus mendapatkan imunisasi campak. Mendapatkan vaksin campak pun mudah. Apalagi di Indonesia juga Bio Farma memproduksi sendiri Vaksin campak dan vaksin-vaksin lainya. Sudah berorientasi internasional dan Vaksin-vaksin produksi Bio Farma digunakan oleh Negara-negara lainnya. Jadi jangan khawatir, jangan takut. Vaksin aman dan terbukti manfaatnya dalam mencegah penyakit. (RSZ)

Sumber : Dari berbagai sumber

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>