Cara Mencegah Penyakit Tuberkulosis

Penyakit TBC, TB atau tuberkulosis adalah penyakit yang biasanya menyerang mulai dari organ paru-paru. Penyakit TBC merupakan salahsatu penyakit menular. Penyakit ini menular melalui udara, termasuk ketika orang yang terinfeksi melakukan kontak berbicara, tertawa dan batuk.

Source: Google Free Image
Source: Google Free Image

Penyakit ini memiliki penanganan yang khusus dan muncul dalam jumlah yang jarang. Meski begitu, melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit ini sangatlah ditekankan, terlebih jika Anda termasuk dari orang-orang yang mengidap positif TB laten (bentuk TB yang tidak menular dimana menyerang 1/3 populasi manusia di dunia).

TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang memiliki nama Mycobaterium tuberculosis. Biasanya orang yang terkena TBC menyerang pria atau wanita dengan rentang umur 15 – 35 tahun. Penyakit ini masuk kedalam penyakit yang menyerang pada organ paru-paru dan sifatnya mematikan. Bahkan tak hanya paru-paru susunan syaraf pusat (otak), ginjal, sendi, tulang dan bagian tubuh lainnya bisa terserang, namun pada umumnya penyakit TBC ini menyerang paru-paru. Orang yang sudah terkena penyakit ini harus melakukan perawatan dan pengobatan intensif hingga benar-benar sembuh sehingga TBC tidak kambuh kembali.

Cara Melakukan Pencegahan Penyakit TBC
Menurut organisasi kesehatan dunia WHO, Negara kita menduduki urutan ke empat dunia yang warga negaranya terkena TBC setelah negara India, Cina dan Afrika Selatan. Meskipun dunia kesehatan sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat namun masyarakat yang masih tinggal di pelosok belum tersentuh dengan penanganan kesehatan yang baik.
Oleh sebab itu upaya pencegahan terhadap penyakit TBC ini haruslah dilakukan sedini mungkin agar terhindari dari serangan penyakit ini. Dibawah ini merupakan langkah pencegahan agar terhindari dari penyakit TBC, simak uraian lengkapnya!

1.) Menghindar dari pasien TBC

Untuk mencegah penyakit TBC, Anda harus berusahan menghindari penyebarannya. Salah satunya adalah dengan tidak berdekatan dan berkomunikasi dengan pengidap tuberkulosis. Terlebih jika Anda adalah orang yang sudah positif TB laten.
Jika Anda terpaksa berhubungan dengan orang-orang yang mengidap penyakit TBC, misalnya Anda adalah seorang perawat atau bekerja pada bagian fasilitas perawatan dimana pasien TB sedang dirawat, Anda bisa melakukan langkah-langkah perlindungan. Diantara yang paling utama adalah dengan menggunakan masker wajah agar bakteri TB tidak terhirup.

2.) Mengetahui jika Anda berisiko
Sebagian orang tidak memikirkan mengenai penyakit yang satu ini. Padahal harusnya Kita tahu bahwa penyebaran dari TBC dapat terjadi dengan cepat dan dapat mengintai siapa saja. Untuk lebih mengenal mengenai penyakit ini, Anda dapat mengetahui kelompok-kelompok orang yang berisiko terkena penyakit tuberkulosis.
– Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Kelompok jenis ini biasanya didominasi oleh para penderita HIV (AIDS).
– Orang yang hidup bersama penderita penyakit TBC, baik itu keluarga, kerabat dekat, dokter maupun perawat.
– Orang-orang yang tinggal di tempat atau ruangan yang terbatas, seperti tempat penampungan tunawisma, panti jompo dan penjara.
– Para pengguna narkoba dan alkohol secara ilegal atau tidak dalam perawatan ahli kesehatan yang layak.
– Para pelancong, turis ataupun orang yang menetap pada wilayah dengan penyakit TB aktif yang umum, seperti di Amerika Latin, Afrika dan sebagian Asia.

3.) Memulai gaya hidup sehat
Pola hidup yang buruk dalam masalah kesehatan biasanya memiliki risiko terkena virus TB lebih besar dibandingkan orang-orang yang menjaga gaya hidupnya tetap teratur. Bahkan, resistennya lebih rendah dibandingkan orang-orang yang sehat. Oleh sebab itu, cara mencegah penyakit TBC yang paling efektif adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Diantaranya adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan daging tanpa lemak. Selain itu, Anda juga harus menghindari makanan kurang sehat, termasuk lemak dan gula berlebih.
Anda juga jangan melupakan hidup sehat dengan rajin berolahraga. Sisakan waktu setidaknya 3 hingga 4 kali setiap minggunya. Gabungkan juga latihan kardiovaskular dengan cara olahraga berenang, lari atau mendayung.
Memulai menghindari merokok dan minuman beralkohol juga dapat mencegah penularan penyakit TBC. Selain itu, tidur cukup, yaitu 7 hingga 8 jam setiap harinya juga tidak boleh Anda lewatkan. Jangan lupakan juga dengan rajin membersihkan lingkungan, baik di dalam maupun luar rumah.

4.) Dapatkan vaksinasi BCG
BCG (Bacille Calmette-Guerin) adalah vaksin yang digunakan sebagai cara mencegah penyakit TBC secara efektif. Biasanya vaksin ini diutamakan untuk anak-anak kecil. Namun begitu, vaksin ini tidak direkomendasikan oleh CDC untuk dijadikan imunisasi rutin. Hanya dalam beberapa keadaan masyarakat Amerika dan negara-negara lainnya ditekankan untuk menggunakan vaksin ini.

5.) Melakukan tes
Cara mencegah penyakit TBC selanjutnya yang bisa dilakukan adalah melakukan tes. Dengan cara ini, Anda bisa melakukan penanganan secepatnya, terlebih jika Anda sudah positif TB laten. Metode tes yang dilakukan sendiri ada beberapa, namun yang paling umum ada 2 jenis. Diantaranya adalah tes kulit atau The Tuberculin Skin Test dan tes darah.
Ketika kedua tes tersebut mendapatkan hasil positif, Anda memerlukan tes tambahan. Nantinya ahli medis akan menentukan, apakah Anda terkena TB laten (TBC yang tidak menular) ataukah TB aktif yang diharuskan melakukan pengobatan lanjutan.

6.) Mengetahui gejala-gejala TBC

Dengan mengetahui gejala TBC, Anda bisa menghindari diri dari orang-orang yang kemungkinan terjangkit. Lebih-lebih jika gejala tersebut yang mengenai Anda, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan. Diantara gejala tersebut adalah cepat lelah, penurunan berat badan, batuk, demam, berkeringat ketika malam, kehilangan nafsu makan dan mengigil.

Langkah pencegahan tentu saja menjadi langkah yang paling utama karena ada pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Sehingga diharapkan angka prevalensi dapat turun setiap tahunnya. Selain itu, Jangan pernah meremehkan gejala sakit yang mengakibatkan batuk-batuk apalagi batuk yang berdahak dan berlangsung beberapa minggu dengan perasaan meriang. Segera periksanakan diri Anda ke dokter apabila ada gejala-gejala ganjil muncul pada tubuh Anda.

Sumber:
Hariansehat.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *