Mengenal Penyakit Difteri

Tuberculosis, atau TB, penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Ini adalah penyakit yang paling mematikan kedua di dunia setelah HIV/AIDS. Bakteri penyakit TB menyebar lewat partikel air di udara yang berpindah karena batuk, bersin, atau meludah.

Source: Google Free Image
Source: Google Free Image

Di banyak negara, TB umumnya dideteksi dengan menganalisa cairan yang keluar dari paru-paru, yang disebut sputum, di bawah mikroskop. Namun menurut Organisasi Kesehatan Dunia, diagnosa ini tidak mendeteksi sebuah bentuk TB, dan mendetektsi TB yang resistan terhadap berbagai kombinasi obat (MDR-TB) lebih sulit. Bila fasilitas tersedia, pemeriksaan x-ray dada bisa digunakan untuk melihat adanya tanda-tanda di paru-paru. TB yang resistan terhadap kombinasi obat (MDR-TB) adalah jenis TB yang disebabkan oleh bakteri yang tidak bereaksi terhadap obat yang standar. MDR-TB ini disebabkan karena pengobatan yang tidak benar, termasuk penggunaan obat yang salah, ataupun kualitas obat yang tidak memadai.

Statistik WHO di tahun 2012 memperkirakan 450 ribu orang di seluruh menderita MDR-TB. Dari jumlah itu, 9,6 % menderita XDR-TB, mereka yang hanya bisa diobati dengan sejumlah kecil obat saja. Laporan TB WHO untuk tahun 2013 memperkirakan sekitar 8,6 juta penduduk dunia menderita TB di tahun 2012, dan lebih dari 1,1 juta orang meninggal karenanya.

Namun dari sekitar 9 juta orang yang menderita TB di seluruh dunia diperkriakan sekitar sepertiga diantara mereka, tidak “terdeteksi” oleh layanan kesehatan. Angka penderita TB dihitung per 100 ribu penduduk. Laporan WHO 2013 menyebutkan penderita TB di Indonesia adalah 185 per 100 ribu. Di Kamboja, 377 per 100 ribu, di Myanmar 348 per 100 ribu dan di Papua Nugini 348 per 100 ribu penduduk.

Hari TB sedunia jatuh setiap tahun pada tanggal 24 Maret. Ini menandai peringatan karena di tahun 1882 Dr Robert Koch di tanggal tersebut mengumumkan telah menemukan sumber TB, bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dr Koch mendapat hadiah Nobel di bidang Kedokteran di tahun 1905.

Sejak kapan Tuberkulosis ada di dunia?
Para ilmuwan menemukan bukti adanya TB dalam mumi di Peru dan Mesir. Sebuah laporan yang diterbitkan tahun 2009 menyebutkan TB kemungkinan besar menjadi sebab meninggalnya Irtyersenu, seorang wanita yang hidup 600 tahun sebelum Masehi dan dikuburkan di Thebes.

Apa tantangan TB bagi kawasan Asia Pasifik?
Di Papua Nugini, dua masalah terbesar dalam memberantas TB adalah kurangnya investasi di layanan kesehatan utama, dan meningkatnya bakteri yang tahan terhadap obat. “MDR-TB semakin mahal untuk ditangani, sehingga menjadi beban lebih besar bagi layanan kesehatan di pedesaan Papua Nugini.” kata Emma McBryde, dokter di Burnet Institute di Mebourne.

Sumber:
http://www.radioaustralia.net.au/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *