perlukah vaksin bagi orang dewasa?

vaksin-ts-dlm(image.detik.com)

Vaksinasi juga dikenal dengan imunisasi,yang merupakan salah satu bentuk pencegahan yang paling efektif, melalui vaksinasi,seseorang diharapkan memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit infeksi dengan cakupan imunisasi yang luas maka akan semakin banyak orang terlindungi dan pada akhirnya suatu penyakit dapat dimusnahkan (musnah total)
Mengingat pentingnya vaksinasi buat orang dewasa,namun belum diketahuinya informasi ini secara luas oleh masyarakat yang mengetahui informasi dan meningkatkan kesadaran untuk melakukan upaya pencegahan penyakit.maka diperlukan sosialisasi yang terus menerus,masyarakat dapat bertanya langsung pada dokter atau informasi dari sumber yang dipercaya
Banyak orang berpikir bahwa vaksinasi itu diberikan saat anak-anak namun kenyataan nya bukan lah demikian,vaksinasi yang telah didapatkan saat usia anak-anak dapat mencegah penyakit untuk jangka waktu tertentu dan daya tahan tubuh yang berbentuk tidak cukup kuat untuk mencegah penyakit yang timbul saat usia dewasa.semakin dewasa orang tersebut maka akan diiringi dengan kadar antibodi terhadap kuman tertentu akan semakin menurun sehingga vaksinasi sangat penting diberikan pada orang dewasa
Ada beberapa vaksinasi yang tetap dibutuhkan hingga dewasa. Dilansir dari ABC News, Senin (20/9/2010), berikut 10 jenis vaksin yang dibutuhkan untuk orang dewasa, yaitu:

  1. Vaksin tetanus, diphtheria dan acellular pertussis (Td/Tdap)
    Orang dewasa harus memenuhi dosis primer tetanus, terutama setelah mengalami cedera apapun yang berhubungan dengan tetanus, seperti luka yang disebabkan oleh karat atau kuku tua. Wanita yang hamil juga bisa mendapatkan vaksinasi ini selama periode pasca melahirkan.

  2. Vaksin human papillomavirus (HPV)
    Vaksinasi HPV direkomendasikan untuk semua wanita berusia di bawah 26 tahun yang belum menyelesaikan vaksin. Idealnya, vaksin harus diberikan sebelum potensi terkena HPV melalui aktivitas seksual. Namun, wanita yang masih aktif secara seksual juga harus divaksinasi. Vaksinasi kurang bermanfaat bagi wanita yang telah terinfeksi dengan satu atau lebih jenis vaksin HPV.

  3. Vaksin campak, gondok, rubella (measles, mumps, rubella atau MMR)
    Orang dewasa yang lahir sebelum tahun 1957 dapat dianggap kebal terhadap penyakit campak dan gondok. Namun, orang yang lahir selama atau setelah 1957 harus mendapatkan lebih dari satu dosis MMR kecuali jika memiliki kontraindikasi medis.Wanita yang tidak memiliki imunitas tinggi, harus menerima vaksin MMR setelah selesai proses persalinan dan sebelum pulang dari fasilitas layanan kesehatan.

  4. Vaksin varicella
    Semua orang dewasa tanpa bukti kekebalan terhadap varicella harus menerima dua dosis vaksin varicella antigen tunggal.Vaksin ini terutama diberikan pada orang yang berisiko tinggi untuk penyakit yang parah (misalnya tenaga kesehatan) dan orang yang berisiko tinggi terhadap paparan dan penularan penyakit (misalnya guru, karyawan penitipan anak, mahasiswa dan wisatawan internasional).

  5. Vaksin influenza
    Untuk orang dewasa yang menderita masalah jantung, paru-paru atau kondisi yang membahayakan fungsi pernafasan, serta wanita yang sedang hamil, maka selama musim flu mungkin berisiko dan harus mendapatkan vaksinasi influenza. Penghuni rumah jompo dan perawatan jangka panjang lainnya juga harus menerima pengobatan.

  6. Vaksin pneumococcal polysaccharide
    Orang dewasa yang didiagnosis dengan penyakit paru-paru kronis (termasuk asma), penyakit kardiovaskuler kronis, diabetes mellitus, penyakit hati kronis, alkoholisme kronis, gagal ginjal kronis, kondisi imunosupresif dan HIV harus menerima vaksinasi Pneumococcal polysaccharide.

  7. Vaksin hepatitis A
    Orang dengan penyakit hati kronis atau yang menerima faktor pembekuan konsentrat, serta pria homoseksual dan pengguna narkoba akan meningkatkan risiko tertular hepatitis A. Orang-orang tersebut harus mendapat vaksinasi hepatitis A.

  8. Vaksin hepatitis B
    Vaksin hepatitis B harus diberikan pada orang yang berada pada risiko tinggi untuk hepatitis B, seperti orang dengan penyakit ginjal stadium akhir, pasien hemodialisis, orang sedang dalam pengobatan untuk penyakit menular seksual (PMS), infeksi HIV, penyakit hati kronis, pengguna obat ilegal, kaum pria homoseksual dan orang dengan lebih dari satu mitra seksual dalam enam bulan sebelumnya.

  9. Vaksin meningitis
    Orang dewasa dengan asplenia (limpa abnormal yang berhubungan dengan beberapa risiko infeksi serius), mahasiswa tinggal di asrama dan wisatawan internasional berisiko tinggi terkena meningitis. Vaksinasi meningitis bahkan diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk semua tamu ke Mekah selama musim haji tahunan.

  10. Vaksin herpes zoster
    Vaksin zoster dianjurkan untuk orang dewasa berusia di bawah 60 tahun terlepas dari apakah pernah tertular herpes zoster sebelumnya. Orang-orang dengan kondisi medis yang kronis juga dapat divaksinasi kecuali ada kontraindikasi atau pencegahan untuk kondisinya.(FM)
    Sumber:
    *detikhealth.com
    *kasihibuhospital.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *