Kematian akibat Pneumonia

Oleh Dr Samsuridjal Djauzi

Ayah saya meninggal dunia bulan lalu dalam usia 75 tahun. Semula beliau mengalami pembengkakan prostat, Ayah mengalami kesulitan jika berkemih. Setelah berkemih, beliau tidak merasa puas. Selalu ada rasa sisa sehingga ingin berkemih lagi Semula beliau tidak mau dioperasi karena merasa sudah tua dan beliau juga mengidap kencing manis. Namun, operasi prostat berjalan lancar dan beliau sudah direncanakan boleh pulang.

Tibatiba beliau mengalami demam tinggi sampai menggigil dan agak sesak. Pemeriksaan darah dan air seni tidak menunjukkan adanya infeksi saluran kencing, tetapi foto rontgen menunjukkan adanya pneumonia. Setelah dirawat selama lima hari, beliau meninggal dunia. Dokter menjelaskan bahwa ayah meninggal karena gagal napas yang tidak teratasi. Penyebabnya adalah pneumonia. Kami tidak begitu memahami penyakit pneumonia.

Mohon penjelasan dokter tentang penyakit pneumonia. Apakah pneumonia hanya mengenai orang berusia lanjut?Bagaimana cara mencegah pneumonia? Apakah ibu dan saya beserta kakak, adik perlu diimunisasi pneumonia? Terima kasih atas penjelasan dokter.

 

Saya ikut berdukacita atas meninggalnya ayah Anda Angka kematian pada perawatan pneumonia memang masih tinggi di RS Cipto, sekitar 30 persen. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai kuman, tetapi yang sering ditemukan adalah kuman Streptococcus pneumoniae. Kuman ini dapat hidup di tenggorokan tanpa menyebabkan penyakit (komensal), tetapi juga dapat menimbulkan penyakit, seperti infeksi tenggorok, infeksi telinga tengah, dan sinusitis. Penyakitpenyakit tersebut masih tergolong penyakit yang tidak berat.

Kuman streptokok dapat menimbulkan penyakit berat pneumonia invasif, yaitu bakterettiia (kuman masuk ke sirkulasi darah) dan meningitis (infeksi selaput otak). Kuman streptokok ini juga sering menimbulkan pneumonia (radang paru). Usia merupakan salah satu faktor risiko teijadinya pneumonia.

Berbagai rujukan mengatakan bahwa usia bayi dan anak serta dewasa usia lanjut mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena pneumonia Data Profil Kesehatan Indonesia 2009 menyatakan, pneumonia masuk ke dalam 10 penyakit penyebab rawat inap terbanyak dengan tingkat fatalitas yang tertinggi. Pneumonia pada anak, orang berusia lanjut, serta mereka yang berpenyakit kronis dapat merijadi berat bahkan dapat menimbulkan kematian. WHO dan Unicef mencanangkan, pada tahun 2025 kematian anak karena pneumonia dan diare akan dapat dihilangkan.

Di negeri kita, pneumonia serta infeksi saluran napas lain juga menjadi penyebab kematian utama. Untuk itu, WHO memperingati Hari Pneumonia yang jatuh pada tanggal 12 November.

 

 

Penularan

Kuman streptokok ditularkan melalui butir ludah (droplet) yang beterbangan di udara sewaktu penderita batuk. Untuk itu dianjurkan penderita dan orang di sekelilingnya menggunakan masker. Ventilasi udara harus baik. Jika penyakit ini menyerang anak, mereka yang berpenyakit kronik dan orang berusia lanjut penyakit dapat menjadi berat dan dapat menimbulkan kematian.

Penyakit kronik, seperti kencing manis, penyakit paru obstruktif menahun, gagal ginjal, sirosis hati, menurunkan kekebalan tubuh sehingga apabila terkena pneumonia, pneumonianya dapat menjadi berat. Pneumonia yang disebabkan kuman Streptoccocus pneumoniae dapat dicegah dengan imunisasi. Imimisasi pneumonia dianjurkan untuk anakanak, orang berusia lanjut, serta mereka yang berpenyakit kronik.

Imunisasi juga dianjurkan untuk mereka yang mempunyai faktor risiko tinggi, yaitu kaum dewasa dengan penyakit penyerta seperti penyakit jantung, paru kronik, ginjal kronik, diabetes melitus, “kanker, HIV, mereka yang pernah dioperasi limpanya, dan pasien transplantasi organ. Begitu pula untuk jemaah haji dan umrah yang berusia lanjut.

Imunisasi pneumokok dianjurkan untuk jemaah haji di samping meningokok dan influenza Jemaah akan kontak dengan jemaah lain sehingga berpotensi tertular pneumonia Penularan pneumonia juga dapat teijadi di dalam keluarga Anak yang tampaknya sehat tetapi mengandimg kuman streptokok dapat menularkan ke kakek, nenek, atau orangtuanya.

Dewasa ini, di Indonesia terdapat dua macam vaksin pneumokok, yakni vaksin pneumokok. polisakarida yang mengandimg 23 subtipe pneumokok, serta vaksin konyugat yang mengandung 13 subtipe. Vaksin’polisakarida sudah lebih sepuluh tahun tersedia dan digunakan dalam program imunisasi ‘pneumokok di negara maju terutama untuk mencegah penularan pada orang berusia lanjut Vaksin pneumokok konyugat dulu lebih banyak digunakan untuk anak, tetapi sejak tahun 2012 vaksin konyugat yang mengandung 13 serotipe juga direkomendasikan untuk orang dewasa usia di atas 50 tahun.

Vaksin polisakarida untuk orang dewasa dianjurkan diulang setiap 5 tahun. Sementara vaksin pneumokok konyugat yang baru untuk dewasa cukup disuntikkan sekali seumur hidup. Kita perlu menerapkan gaya hidup sehat. Makan makanan yang bergizi, berolahraga, serta memelihara kebersihan lingkungan termasuk menjaga kualitas udara yang baik. Hindari rokok karena perokok lebih rentan terkena pneumonia.

Bayi yang mendapat air susu ibu secara eksklusif menurut WHO lebih jarang menderita diare dan pneumonia Imunisasi pneumokok sudah tersedia sehingga patut digunakan untuk pencegahan pneumonia Jadi lindungi anak, orang usia lanjut, mereka yang berpenyakit kronik, serta yang kekebalan tubuhnya menurun. Sayangnya, harga vaksin masih agak mahal. Namun, jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengobati pneumonia, imunisasi pneumokok amat efektif. Jadi ada baiknya ibu Anda dilindungi dengan vaksin pneumokok, sedangkan jika Anda dan saudarasaudara Anda berpenyakit kronik atau telah berusia lima puluh tahun sebaiknya juga melindungi diri dengan vaksin pneumokok.

sumber : koran kompas

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *