Pilih Dokter

Tanya Dokter

anakku

Dr.Erwin

SPESIALIS Umum

Pertanyaan:

Saya mau tanya nih, kalau vaksin itu memang cukup pada saat kita bayi aja atau untuk saya yang usianya sudah 20 tahun, masih perlu diimunisasi?

 

Jawaban:

Tidak hanya anakanak yang memerlukan imunisasi, individu dewasa pun sebaiknya diberikan imunisasi.Selain berfungsi sebagai salah satu pencegah penyakit yang paling sukses dan efektif, imunisasi juga terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian masyarakat pada umumnya. Imunisasi diberikan pada orang dewasa untuk meningkatkan kekebalan yang telah diterimanya pada saat diimunisasi seaktu bayi/kanakkanak. Beberapa vaksin untuk orang dewasa, di antaranya vaksin influenza, pneumokokus, hepatitis B, HPV.

Pertanyaan:

Dok, kenapa kita perlu diimunisasi influenza, bukankah itu penyakit ringan?

 

Jawaban:

Selama ini influenza bagi sebagian besar orang masih dianggap penyakit ringan.Flu merupakan penyakit yang paling luas penyebarannya, dan hampir setiap orang di muka pasti pernah sakit flu. Infulenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Influenza dapat menyebabkan penyakit berbahaya dan komplikasi yang mencancam hidup banyak orang. Diantaranya seperti otitis media akut dan pneumonia, asma dan eksaserbasi COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease), meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, penurungan fungsi ginjal dan memperburuk kondisi diabetik. Oleh karena itu perlu imunisasi influenza

Posted in

Pertanyaan :

Salam kenal dokter, saya seorang ibu yang baru saja melahirkan seorang bayi. Bayi saya saat ini berusia 1 bulan. Saya masih sangat awam mengenai imunisasi. Saya dengar, imunisasi dapat menimbulkan demam pada bayi. Apakah hal itu benar & bagaimana cara mengatasinya? Karena saya akan mulai melakukan serangkaian jadwal imunisasi untuk bayi saya. Terus terang saja saya merasa khawatir akan efek samping imunisasi. Terima kasih banyak sebelumnya.

Jawaban :

Salam kenal juga bunda, sebelumnya akan saya jelaskan lebih dahulu mengenai imunisasi. Imunisasi adalah proses memasukan virus dan bakteri yang telah dilemahkan ke dalam tubuh (bayi). Reaksi dari pemberian imunisasi tersebut, tubuh akan membentuk pasukan perlawanan yang dinamakan antibodi. Tanda proses tersebut sedang berlangsung adalah dengan naiknya temperature tubuh atau demam. Jadi, demam adalah reaksi normal dan tidak perlu khawatir berlebihan pasca pemberian imunisasi. Bahkan hal tersebut menjadi tanda bahwa vaksin bekerja dengan baik dalam tubuh. Bunda pun tidak perlu khawatir, karena biasanya dokter akan memberikan obat penurun panas. Sebaiknya obat penurun panas tersebut diberikan saat bayi demam mencapai lebih 38 derajat celcius. Jika demam masih dibawa suhu tersebut, istirahat yang cukup dan berikan pelukan hangat bunda untuk meredakan kerewelan si kecil akibat demam pasca imunisasi.

Pertanyaan :

Apakah imunisasi bisa menyebabkan anak saya menderita autisme ?

Jawaban:

Bunda, bunda tidak perlu khawatir dengan imunisasi untuk anak bunda karena, sampai saat ini belum ada bukti yang cukup kuat yang menyatakan bahwa imunisasi (jenis imunisasi apapun) dapat menyebabkan autisme. Baik Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun Departemen Kesehatan & Kesos RI tetap merekomendasikan pemberian semua imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi bunda.

Pertanyaan :

Apakah tidak mengapa jika bayi menerima banyak suntikan sekaligus?

jawaban:

Bunda, tidak mengapa jika bayi menerima beberapa vaksin sekaligus, dan hal ini cukup aman bagi anak bunda, maka dari itu saat ini ada vaksin combo (vaksin kombinasi) yang dapat melindungi anak anda dari beberapa jenis penyakit dengan satu kali suntikan.

Pertanyaan :

Dok, apakah tes mantoux perlu dilakukan sebelum bayi mendapatkan imunisasi BCG?

Jawaban :

idealnya memang pemberian imunisasi BCG diawali dengan tes Mantoux. tes ini dilakukan untuk mengcek apakah bayi Anda bebas dari penyakit TBC atau telah terkena penyakit TBC. Jika bayi Anda positif mengidap penyakit TBC, maka imunisasi BCG tidak perlu diberikan. Anda dapat fokus untuk memberikan pengobatan pada bayi agar sembuh dari penyakit TBC. Jika bayi Anda sudah sembuh dari penyakit tersebut, tubuhnya akan membuat antibodi dan kemungkinan besar tidak akan terkena lagi.

 

Pertanyaan :

Apa akibatnya jika bayi mendapatkan imunisasi BCG pada usia lebih dari 3 bulan?

Jawaban :

Penyakit tuberkulosis sebetulnya memiliki masa inkubasi sekitar 2 bulan (68 minggu). Jadi, kalau imunisasi baru diberikan pada usia lewat dari 2 bulan, dikhawatirkan bayi Anda sudah terkena kuman tuberkulosis itu. Kuman tersebut dapat ditularkan dari orang tua atau lingkungan sekitar. Maka itu, suntikan BCG akan lebih baik jika diberikan lebih awal sebelum usia bayi 2 bulan.

Pertanyaan :

Anak saya menderita alergi pernafasan. Apakah anak saya bisa mendapatkan imunisasi?

Jawaban :

Pasien asma, eksim dan pilek boleh mendapatkan imunisasi tetapi kita harus sangat berhatihati jika anak alergi berat terhadap telur. Jika riwayat reaksi anafilaktik terhadap telur (urtikaria luas, pembengkakan mulut atau tenggorok, kesulitan bernafas, mengi, penurunan tekanan darah atau syok) merupakan indikasi kontra untuk vaksin influenza, demam kuning dan demam Q. Sedangkan untuk vaksin MMR karena kejadian reaksi anafilaktik sangat jarang, masih boleh diberikan dengan pengawasan.

  1. Setelah vaksinasi, biasanya anak akan menjadi rewel. Bagaimana cara mengatasinya

Jawab : Manfaat imunisasi memang tidak dapat diragukan lagi akan tetapi beberapa orang tua khawatir ketika setelah imunisasi, anaknya menjadi rewel dan mengalami peningkatan suhu badan. Biasanya bayi dan balita yang mendapatkan vaksinasi memiliki reaksi yang berbeda beda. Ada yang demam ringan, demam tinggi namun juga ada yang tidak mengalami demam sama sekali. Rewel pasca imunisasi biasanya dikarenakan rasa tidak nyaman di daerah suntikan dan perubahan suhu badan karena demam. Adapun yang dapat dilakukan untuk meringankan rasa tidak nyaman sang buah hati diantaranya yaitu :

  • Memberikan ASI sesering mungkin. Kandungan ASI memiliki zat yang dapat menggurangi peningkatan suhu badan.
  • Mendekap bayi, dengan memberikan dekapan, bayi akan merasa nyaman & meningkatkan zat anti nyeri sehingga menurunkan rasa sakitnya.
  • Memberikan kompresan air hangat untuk mengurangi pembengkakan pasca suntikan. Kebanyakan bayi merasa nyeri ketika bekas suntikan tersentuh sehingga membuat tidak nyaman.
  • Pantau selalu perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuhnya.

 

Sumber : disarikan dari berbagai sumber

Pada kesempatan sama, dr Toto Wisnu Hendrarto, Sp.A, Ketua Panitia Simposium, mengatakan, Data terakhir WHO, terdapat kematian balita sebesar 1,4 juta jiwa per tahun akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, misalnya: batuk rejan 294.000 (20%), tetanus 198.000 (14%), campak 540.000 (38%). Di Indonesia sendiri, UNICEF mencatat sekitar 30.00040.000 anak di Indonesia setiap tahun meninggal karena serangan campak, ini berarti setiap dua puluh menit seorang anak Indonesia meninggal karena campak.”

Dr Theresia Sandra Dyah Ratih, Kasubdit Imunisasi Ditjen P2ML Kemenkes RI mengemukakan, Saat ini pemberian imunisasi untuk masyarakat dilakukan di tempattempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik bersalin, puskesmas, posyandu, dan praktek dokter swasta. Setiap tahun dilayani imunisasi rutin kepada sekitar 4,5 juta (4.485.000) anak usia 01 tahun (diberikan vaksin BCG satu kali, polio empat kali, DPT/HB tiga kali dan campak pada usia 9 bulan satu kali), imunisasi BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) campak dan Td (tetanus difteri) pada anak kelas satu, imunisasi Td (tetanus difteri) pada anak kelas dua dan tiga, dengan sasaran sekitar 12.521.944 anak sekolah (kelas satu sampai tiga), dan 4,9 juta (4.933.500) ibu hamil dari sekitar 74 juta (74.983.674) WUS (Wanita Usia Subur) untuk sasaran vaksin TT (Tetanus Toxoid).