Bagaimana Jika Imunisasi Tidak Sesuai Jadwal?

Imunisasi merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk kesehatan anak. Anak yang baru saja lahir sangat membutuhkan Imunisasi untuk menambah sistem kekebalan tubuh mereka. Namun tidak banyak orang tua yang menganggap bahwa Imunisasi itu hal yang penting, akibatnya mereka menunda jadwal Imunisasi anaknya. Lalu apakah ada efeknya jika Imunisasi diberikan tidak sesuai jadwal?

Credit: KidStock/ Blend Images/ Getty Images
Credit: KidStock/ Blend Images/ Getty Images

Peneliti menunjukkan bahwa bayi yang terlambat diimunisasi biasanya mendapatkan lebih sedikit vaksin dari yang seharusnya didapatkan. Jadwal Imunisasi yang dibuat oleh dokter sebenarnya dirancang berdasarkan efektivitas kerja vaksin dan reaksi kekebalan tubuh anak. Karena itulah pemberian Imunisasi sesuai jadwal akan menghasilkan hasil yang optimal.

Menurut dr.Hanifah Oswari, spesialis anak dari FKUI/RSCM Jakarta, pada dasarnya tidak ada kata terlambat untuk memberikan Imunisasi pada anak. “Terlambat boleh saja selama si anak belum kena penyakitnya,” katanya.

Imunisasi merupakan usaha tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap suatu penyakit. Jika jeda atau interval dari pemberian satu vaksin ke vaksin ulangannya cukup jauh, maka kemampuan tubuh untuk mengenali suatu virus atau bakteri menjadi lebih lama. Mengenai adanya efek samping setelah anak diimunisasi para ibu diharapkan tak perlu takut pada efek samping pasca Imunisasi yang biasanya ringan. Yang perlu ditakutkan adalah penyakit yang mungkin timbul jika anak tidak dilindungi Imunisasi.

“Kebanyakan orang tua yang menunda Imunisasi bayi mereka tak mendapatkan semua vaksin yang direkomendasikan,” tulis majalah Time. Time menengarai bahwa meskipun bayi yang terlambat diimunisasi lebih sering mengunjungi dokter, rata-rata mereka hanya mendapatkan 6,4 suntikan, bukan 10,4 suntikan seperti bayi lain yang melakukan Imunisasi sesuai jadwal.

“Orang tua yang terlambat melakukan Imunisasi pada bayi mereka juga harus membayar biaya lebih mahal,” kata Dr Rodney Willoughby, anggota komite American Academy of Pediatrics, pada HealthDay.

“Kedua, jadwal Imunisasi tidak ditetapkan secara acak. Jadwal itu dibuat berdasarkan hasil penelitian tahunan dan percobaan klinis yang menentukan kapan tubuh anak bisa merespon Imunisasi secara optimal serta kapan mereka akan menghadapi risiko terbesar untuk terkena penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi serius atau kematian. Jadwal itu ditentukan agar anak mendapatkan perlindungan maksimal,” tambahnya, seperti dilansir oleh Live Science.

Steve Robinson, penulis dan epidemiolog, membenarkan hal ini dan menambahkan bahwa antibodi yang dimiliki bayi saat lahir memberikan perlindungan alami yang bisa mengganggu kinerja vaksin jika diberikan pada waktu yang salah.

Jadi, sangat disarankan para orang tua untuk memberikan Imunisasi sesuai jadwal yang sudah ditentukan agar kerja dari vaksin tersebut bisa lebih optimal dan membuat sistem kekebalan tubuh anak lebih kuat. (RE)

Sumber:
• http://doktersehat.com/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *