Hal yang Perlu Diketahui Seputar Imunisasi

Imunisasi adalah anti genetik yang didalamnya terdapat virus & bakteri yang sudah dilemahkan untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh seseorang untuk jangka waktu yang cukup panjang. Berbagai penyakit infeksi berat yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan dapat di cegah dengan pemberian imunisasi.

sumber: www.google.com
sumber: www.google.com

Tujuan Imunisasi adalah membentuk kekebalan demi mencegah penyakit pada diri sendiri dan orang lain sehingga kejadian penyakit menular menurun dan bahkan dapat menghilang dari muka bumi. Kekebalan dapat disalurkan oleh ibu ke bayi yang dikandung tetapi tidak berlangsung lama, maka kekebalan harus dibentuk melalui pemberian imunisasi pada bayi. Pemberian Imunisasi yang paling tepat adalah sebelum anak terpapar penyakit berbahaya karena imunisasi merupakan tindakan pencegahan.

Pemberian vaksin pada anak dapat dilakukan melalui penyuntikan ke dalam otot, di bawah kulit, atau ke dalam kulit. Namun untuk vaksin polio oral dan rotavirus, pemberiannya dilakukan dengan meneteskan ke dalam mulut.

Untuk membuat vaksin yang aman dan berkhasiat jangka panjang, diperlukan suatu rangkaian penelitian yang cukup lama dan berhati-hati. Maka perlu disyukuri bahwa para ahli selalu berusaha mencari vaksin yang terbaik untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Sedangkan untuk menjaga mutu, vaksin disimpan dan didistribusikan dalam suhu 2o – 8o C sebelum digunakan (cold-chain atau rantai dingin). Selanjutnya cara pemberian vaksin yang benar diperlukan untuk mendapatkan kadar kekebalan yang tinggi dalam jangka panjang. Serta mengurangi efek samping.

Fungsi Imunisasi

Berdasarkan jenis vaksin yang diberikan, berikut adalah fungsi imunisasi:

  1. Vaksin Hepatitis B mencegah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B
  2. Vaksin Polio Mencegah kelumpuhan akibat infeksi virus polio di susunan saraf
  3. Vaksin BCG Mencegah sakit tuberculosis (TBC)
  4. Vaksin DTP Mencegah penyakit difteri, tetanus dan pertusis (batuk rejan)
  5. Vaksin HiB Mencegah radang paru-paru dan radang selaput otak akibat infeksi bakteri haemophillus influenzae tipe B (HiB)
  6. Vaksin Pneumokokus (PCV) Mencegah radang paru-paru, radang selaput otak dan sepsis akibat infeksi bakteri pneumokokus
  7. Vaksin Rotavirus Mencegah diare yang disebabkan infeksi virus rotavirus
  8. Vaksin Influenza Mencegah sakit infeksi saluran pernapasan (influenza) dan komplikasinya yang disebabkan oleh virus influenza A dan B
  9. Vaksin Campak Mencegah sakit campak
  10. Vaksin MMR Mencegah sakit campak, campak jerman dan gondongan
  11. Vaksin Tifoid Mencegah sakit tifoid atau tifus akibat infeksi bakteri Salmonella Typhi
  12. Vaksin Hepatitis A Mencegah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A
  13. Vaksin Varisela Mencegah sakit cacar air akibat infeksi virus varisela zoster
  14. Vaksin Human Papiloma Virus (HPV) Mencegah infeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya kanker leher Rahim

Vaksin Hepatitis B, Polio, BCG, DTP, HiB (haemophillus influenzae tipe B) dan campak merupakan vaksin wajib yang sudah menjadi program nasional. Vaksin tersebut merupakan vaksin-vaksin yang sudah disubsidi oleh pemerintah dan dapat diperoleh di puskesmas dan posyandu secara gratis.

Sedangkan vaksin influenza, cacar, MMR, pneumokokus, rotavirus, hepatitis A, HPV, dan tifoid merupakan beberapa vaksin tambahan yang direkomendasikan oleh IDAI untuk diberikan kepada anak. Jadi, sudahkah anda memberi Imunisasi untuk anak anda? (RE)

Sumber:
• http://www.idai.or.id/
• http://health.detik.com/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *