Kenali 7 Imunisasi Tambahan Untuk Anak

Sumber: Shutterstock
Sumber: Shutterstock

Sebagai orang tua yang ingin anaknya tidak terkena penyakit yang berbahaya, Anda perlu mengenali Imunisasi tambahan untuk anak selain 5 Imunisasi wajib (vaksin BCG, polio tetes minum (polio oral), DPT, Hepatitis B dan Campak) yang direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Imunisasi yang dianjurkan ini diteliti bisa mencegah berbagai penyakit, antara lain: radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), campak Jerman, Hepatitis A, dan kanker mulut rahim. Imunisasi ini selain bertujuan untuk mencegah anak kita terkena penyakit-penyakit berbahaya, tindakan ini juga tidak hanya sebagai pencegahan untuk individu, tetapi dapat melindungi siapapun yang berada dilingkungannya (herd immunity).

Beberapa Imunisasi tambahan yang direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) untuk anak sebagai upaya perlindungan anak dari beberapa penyakit lainnya adalah sebagai berikut:

1. Hib
Vaksin ini melindungi kita dari virus Haemophilus influenza type B, yang dapat menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara). Waktu pemberiannya adalah pada saat umur 2, 4, 6, dan 15-18 bulan. Vaksinasi ini dapat diberikan secara kombinasi.

2. Influenza
Melindungi dari beberapa jenis virus influenza. Diberikan setahun sekali sejak usia 6 bulan. Bisa terus diberikan hingga dewasa.

3. Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR)
Vaksin MMR bertujuan untuk mencegah Measles (campak), Mumps (gondongan) dan Rubella. Diberikan pada usia 15 bulan, diulang saat anak berusia 6 tahun. Bisa diberikan pada umur 12 bulan jika belum mendapat campak di usia 9 bulan.

4. Hepatitis A
Jadwal pemberian imunisasi ini yaitu pada usia 2 tahun. Tujuannya yaitu untuk mencegah penyakit hepatitis A yang bisa merusak organ hati.

5. Varisela
Vaksin ini melindungi dari penyakit cacar air, diberikan pada anak ketika usianya di atas 1 tahun, namun lebih baik diberikan sebelum masuk sekolah dasar.

6. HPV (Humanpapilloma virus)
Tujuan pemberian imunisasi ini yaitu untuk mencegah infeksi virus Humanpapilloma pada perempuan yang mengakibatkan kanker rahim.

7. Rotavirus
Vaksin ini dapat mencegah diare berat pada bayi akibat Rotavirus yang merupakan penyebab umum gastroenteritis akut (peradangan lambung dan usus halus akibat zat beracun dari bakteri atau infeksi virus) pada bayi dan anak-anak. Pemberian vaksin ini akan mencegah terjadinya muntah-muntah dan diare berat. Vaksin ada 2 jenis, yaitu yang diberikan sebanyak 2 kali atau 3 kali pada saat anak berusia 2, 4 dan 6 bulan.

Itulah beberapa Imunisasi tambahan yang dapat Anda berikan pada anak. Imunisasi tambahan adalah imunisasi lain yang tidak termasuk dalam imunisasi wajib, namun penting diberikan pada bayi, anak, dan dewasa di Indonesia mengingat beban penyakit dari masing-masing penyakit. (RE)

Sumber:
• http://www.ayahbunda.co.id/
• http://www.parenting.co.id/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *