Waspada Anak Terkena Hepatitis B

Proses penyebaran penyakit hepatitis B baik secara vertikal dan horizontal pada anak di Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan Indonesia digolongkan ke dalam kelompok negara yang dihimbaui oleh WHO dalam melaksanakan pencegahan hepatitis B. Hepatitis mempunyai arti peradangan hati. Sehingga Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang dapat menginfeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi yang dilakukan oleh virus hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati. Meskipun demikian penderita tidak menyadari bahwa di dalam dirinya sudah terinfeksi hepatitis B.

sumber: www.google.com
sumber: www.google.com

Penyebaran yang paling umum dari penderita hepatitis B adalah dari ibu ke anak. Penyebabnya dapat disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Anda jangan menganggap remeh penyebaran virus hepatitis B karena virus hepatitis B akan lebih berbahaya dari virus HIV.Hal ini disebabkan karena infeksi dari hepatitis B sampai 50 hingga 100 kali lebih besar dari HIV.

Penderita hepatitis dapat digolongkan menjadi hepatitis B akut dan hepatitis B kronis. Pengertian hepatitis B akut adalah seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B dan akan menghilang dengan sendirinya, sembuh dan tidak akan terinfeksi kembali bahkan penderita tidak dapat menularkan hepatitis B ke orang lain. Sedangkan penderita kronis yaitu apabila infeksi yang dialami penderita melebihi 6 bulan. Infeksi kronis ini kebanyakan terjadi pada anak (usia 0-1 tahun) yang menyebabkan kerusakan hati, hati tidak berfungsi dan dapat mengakibatkan kankar hati pada saat anak dewasa.

Selain virus hepatitis B penyebab hepatitis dapat dikarenakan keracunan obat dan juga paparan zat kimia seperti chlorpromazine, chloroform, arsen, karbon tetraklorida, arsen, fosfor dan zat lainnya. Bahan kimia tersebut dapat pula tertelan, diserap atau terhirup. Bahan kimia yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh yang dapat merusak hati. Sedangkan penyebab hepatitis B pada anak disebabkan karena penularan perinatal (transmisi vertikal) yaitu penularan maternal neonatal dimana terjadi penularan virus hepatitis B di dalam kandungan, ketika persalinan dan pasca persalinan.

Ibu yang terinfeksi virus hepatitis B di trimester ketiga kehamilan maka resiko bayi tertular lebih besar. Bayi yang tertular virus hepatitis B mempunyai prognosis yang buruk. Pada umumnya bayi yang terinfeksi virus hepatitis B akan tubuh normal dan tumbuh tanpa gejala. Apabila diderita oleh anak perempuan maka kemungkinan besar virus hepatitis B akan menyebar dan diturunkan pada keturunannya. Bahkan akan menyebabkan penularan secara horizontal kepada suami. Dengan demikian keluarga yang terinfeksi virus hepatitis B akan semakin bertambah.

Dengan vaksinasi maka dapat melindungi anak dari infeksi virus hepatitis B. Imunisasi dilakukan 3-4 dosis disesuaikan dengan jadwal imunisasi rutin. Apabila pemberian vaksin hepatitis diberikan secara lengkap maka sekitar 95% antibodi pada anak dapat melindungi dari virus hapatitis B.

Pencegahan untuk anak yang dilahirkan dari ibu yang mengidap hepatitis B makan disarankan diberikan vaksin hepatitis B pertama (maksimal 24 jam setelahh dilahirkan) dilanjutkan dengan memberikan vaksin ke 2 dan ke 3 sesuai jadwal.

Namun lebih disarankan lagi untuk ibu melakukan vaksinasi hepatitis B sebelum kehamilan. Hepatitis B dapat menyebabkan kelahiran prematur. Vaksin ini diberikan 3 kali, pada bulan ke-0, 1, dan 6. Oleh karena itu, periksalah HbsAg (Hepatitis B surface Antigen) anda pada saat sebelum atau sedang hamil. Jadi apabila hasilnya negatif sangat disarankan untuk imunisasi vaksin Hepatitis B, dan apabila positif segera informasikan dokter kandungan anda. (RE)

Sumber:
• Bidanku.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *