Anak Anda Takut Disuntik? Lakukanlah 6 Tahapan ini!

Tentu tidak ada orang tua yang tahan melihat anaknya menangis ketakutan karena harus menjalani proses penyuntikkan. Apakah Anda mengalami situasi tersebut? Tentu Anda berharap bahwa anak Anda bisa lebih rileks dan tenang ketika harus disuntik. Jangan khawatir! Inilah 6 tahapan yang sangat ampuh untuk membantu mengurangi kepanikan si kecil.

Ada hal-hal sederhana yang perlu dilakukan baik oleh orang tua maupun suster untuk membuat proses penyuntikkan pada Anak menjadi lebih mudah. Berikut adalah tahapan yang perlu dilakukan oleh orang tua sebelum dan saat proses penyuntikkan sedang dilakukan agar sang Anak tidak lagi rewel dalam proses penyuntikkan.

  1. Selesaikan semua yang perlu disiapkan sebelum anak masuk ke dalam ruang penyuntikkan. Siapkan segala hal yang diperlukan mulai dari alat suntik hingga pereda rasa sakit sehingga anak tidak perlu menyaksikkan lagi sang dokter atau pun suster menyiapkan jarum suntik yang akan digunakan. Hal ini tentunya adalah hal yang perlu dikoordinasikan dari orang tua kepada tim yang akan melakukan proses penyuntikkan.
  2. Berikan penjelasan kepada Anak mengenai proses penyuntikkan yang akan dia lakukan secara terbuka. Jangan membohongi Anak dengan mengatakan Bahwa kita ingin mengajaknya pergi tanpa memberitahu tujuan sebenarnya hanya agar sang Anak lebih mudah untuk diajak pergi ke tempat penyuntikkan. Berikanlah penjelasan yang jujur bahwa dirinya memang harus melakukan penyuntikkan tersebut dan tidak ada pilihan lain. Berikan pemahaman bahwa proses penyuntikkan tersebut adalah untuk kebaikan dirinya sendiri dan merupakan bentuk perlindungan yang akan menunjang kesehatannya. Dengan memberikan penjelasan yang jujur dan terbuka, sang Anak akan cenderung lebih siap dan akan segera mengantisipasi kondisi yang akan dia hadapi pada saat melakukan penyuntikkan. Emily Leeks sebagai seorang Influencer bidang Parenting mengatakan dalam artikelnya yang dimuat dalam org bahwa dirinya memberikan penjelasan kepada Anaknya tentang proses penyuntikkan. Dirinya juga menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah tindakan yang benar dibandingkan malah menutup-nutupinya. Memberikan kenyataan yang menantang Anak dapat menumbuhkan mental Berani dalam dirinya dan tentu sangat bermanfaat untuk membantu proses pendewasaan diri.
  3. Berikan waktu untuk sang Anak mengatakan Bahwa dirinya benar-benar siap untuk disuntik. Setelah sampai di lokasi penyuntikkan, ada baiknya kita sebagai orang tua kembali menanyakan kepada sang anak apakah dirinya sudah siap untuk disuntik atau butuh waktu untuk menunggu dulu sejenak. Inilah mengapa ada baiknya orang tua menjadwalkan penyuntikkan minimal 30 menit setelah sampai di lokasi, sehingga anak memiliki waktu lebih luang untuk mempersiapkan dirinya dan tidak diburu-buru yang pada akhirnya dapat menimbulkan kepanikan. Jika sang Anak meminta untuk menunggu, orang tua sebaiknya juga menanyakan apa yang membuatnya khawatir sehingga sang Anak tidak memendam rasa takutnya sendirian yang dikhawatirkan akan membuat dirinya sangat panik saat benar-benar menghadapi jarum suntik. Inilah juga mengapa orangtua perlu untuk memberitahukan tentang proses penyuntikkan dari jauh-jauh hari agar sang anak dapat mengantisipasi ketakutannya sedari awal.
  4. Lakukan aktivitas yang mendistraksi. Trik selanjutnya agar sang Anak tidak terlalu overthinking mengenai proses penyuntikkan yang akan dia lakukan adalah mengalihkan perhatiannya. Siapkanlah hal-hal yang mampu mendistraksi pikirannya seperti diajak mengobrol, membawakan boneka favoritnya, atau memberikan mainan yang membuatnya sibuk. Selain membuat sang Anak menjadi tidak khawatir, mendistraksi pikirannya juga dapat mengurangi rasa sakit dari efek penyuntikkan yang sedang dilakukan sehingga kecil kemungkinan sang anak akan takut disuntik di masa yang akan datang.
  5. Lakukan teknik “The Cough Trick”. Jika saat sampai ke ruang dokter sang Anak masih menunjukkan kepanikan, suruh dirinya untuk batuk. Hal ini berfungsi untuk mencegah hyperventilate yang disebabkan oleh detak jantung yang kencang karena panik. Dalam artikel yang dimuat Oleh com menunjukkan sebuah studi pada tahun 2010 yang menemukan Bahwa the Cough Trick dilakukan dalam proses vaksinasi dan dapat mengurangi rasa sakit pada anak usia 4 sampai 5 tahun seolah mereka adalah anak usia 11 sampai 12 tahun. Dr. Lessin mengatakan bahwa meminta sang Anak diatas usia 3 tahun untuk membayangkan hari ulang tahunnya dan memintanya untuk seolah meniup lilin kue ulang tahun dalam proses penyuntikkan sama efeknya seperti the Cough Trick untuk mengurangi rasa sakit.
  6. Janjikan reward yang menarik. Berikanlah penghargaan sederhana yang disukai oleh sang Anak agar dirinya memiliki motivasi untuk mau menghadapi proses peyuntikkan. Penghargaan seperti membelikannya mainan baru, atau diajak jalan-jalan ke tempat bermain favoritnya. Mengingat proses penyuntikkan itu sendiri bukanlah kegiatan yang setiap hari dilakukan maka penghargaan yang diberikan akan membuatnya mengingat hari tersebut sebagai hari yang menyenangkan dan melupakan sakit saat disuntik. Bentuk reward sebaiknya tidak berbentuk makanan karena anak yang sedang ketakutan cenderung tidak memiliki nafsu makan.

Itulah tahapan jitu untuk membuat anak Anda tidak akan panik lagi ketika akan disuntik. Dan yang paling penting tentunya adalah menunjukkan senyuman dan rasa sayang kita terhadap anak-anak kita dengan selalu berada di samping mereka agar ke depannya anak-anak kita menjadi generasi yang sehat dan berkualitas. Selamat mencoba!(FTH)

Sumber:

https://kidshealth.org/en/parents/injections-tests.html

http://www.health.com/health/gallery/0,,20453622,00.html

https://www.handinhandparenting.org/2017/08/help-child-face-injection-fears/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *