Cara Pemberian Vaksin

Lokasi penyuntikan vaksin dan cara pemberiannya menentukan efektivitas vaksin dalam merangsang terbentuknya kekebalan tubuh. Cara pemberian vaksin ini ditentukan oleh uji klinik, pengalaman praktis, dan pertimbangan teoritis. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara disuntikan ke dalam otot, disuntikan di bawah lapisan kulit, atau disuntikan ke dalam lapisan kulit terluar hingga menggembungkan kulit. Ada pula vaksin yang diberikan dengan cara diteteskan melalui mulut (oral).

KETAHUI JENIS VAKSIN 

Cara pemberian vaksin tergantung pada jenis vaksinnya, apakah vaksin mati atau vaksin hidup. Umumnya vaksin mati disuntikan secara intramuskular, sedangkan vaksin hidup disuntikan secara subkutan. Berikut ini adalah cara pemberian vaksin yang tersedia di Indonesia dijelaskan secara lebih rinci pada tabel.

Jadwal-Imunisasi-Bayi-dan-Wus

BAGAIMANA DENGAN LOKASI PENYUNTIKANNYA, DI PAHA ATAU LENGAN ATAS ?

Untuk suntikan subkutan (SC), pada anak yang berusia di bawah 12 bulan, penyuntikan dilakukan di paha atas. Sedangkan anak yang berusia di atas 12 bulan, disuntik dibagian lengan atas. Namun menyuntik anak berusia dibawah 12 bulan dibagian lengan atas dan anak di atas 12 bulan di paha tetap diperbolehkan. Untuk suntikan intramuskular (IM), pada anak yang berusia dibawah 12 bulan, penyuntikan dapat dilakukan di paha atas. Pada anak berusia 1 – 2 tahun, penyuntikan dapat dilakuakn di paha atas atau lengan atas. Begitu pula dengan anak berusia 3 – 8 tahun. Pada orang dewasa berusia 19 tahun ke atas penyuntikan dilakukan di lengan atas.

BAGAIMANA JEDA WAKTU PEMBERIAN VAKSIN DALAM IMUNISASI STIMULAN ?

Apabila yang diberikan adalah vaksin hidup, interval waktu dengan vaksin hidup lainnya, setidaknya 4 minggu. Interval waktu tersebut bertujuan untuk mengurangi interferensi (reaksi antibodi yang saling berinteraksi) antara vaksin satu dengan vaksin lainnya. Kecuali vaksin hidup yang diteteskan lewat mulut, seperti vaksin polio oral dan vaksin rotravirus. Pemberian vaksin hidup yang diteteskan tidak memerlukan jeda waktu minimal dengan pemberian vaksin hidup lainnya baik yang disuntikan ataupun yang du diteteskan. Sementara itu, pada pemberian vaksin mati tidak perlu memberikan jeda waktu dengan pemberian vaksin mati lainya ataupun vaksin hidup.

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *