Tuberkulosis Urutan Ke-2 Penyakit Penyebab Kematian di Indonesia

Penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang sangat berbahaya. Di Indonesia, kasus TBC terus meningkat. Menurut Kepala Bidang Penyakit Menular dan Tropis, Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Hindri, tuberkulosis berada di urutan kedua dari sejumlah penyakit menular yang masuk 10 besar penyebab kematian di Indonesia. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini tidak lepas dari rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih. Tempat hidup yang kotor merupakan tempat tumbuh kembang virus, bakteri, dan kuman penyakit. Selain itu kualitas air dan sanitasi juga memiliki dampak yang fatal.

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberkulosa, yang menyerang paruparu. Penyakit TBC menular melalui udara pada saat penderita TBC batuk dan pada anakanak umumnya karena tertular penderita TBC dewasa. Tidak hanya menyerang paruparu, TBC juga dapat menginfeksi otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, serta kelenjar getah bening. Munculnya Penyakit TBC ditandai dengan demam dimalam hari tetapi tidak terlalu tinggi, nafsu makan dan berat badan menurun, batukbatuk selama lebih dari tiga minggu kadang mengeluarkan darah serta badan menjadi lemah. Apabila sudah terjadi kerusakan paruparu maka penderita bisa nyeri dada dan sesak nafas.

Untuk menyembuhkan penyakit TBC dibutuhkan waktu pengobatan sekitar 6 bulam karena daya tahan kuman terhadap obat sangat kuat. Bahkan apabila kuman TBC yang bersarang benarbenar ganas maka pengobatan bisa berlangsung hingga 18 bulan atau sekitar 1,5 tahun. Untuk memusnahkan penyakit ini penderita TBC harus diobati secara teratur hingga benarbenar sembuh. Apabila penderita tidak minum obat secara teratur maka kuman bisa menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan harus diulang dari awal hingga kuman habis.

Bagi yang tidak terjangkit TBC diaharapkan tetap menjaga daya tahan tubuh agar tidak tertular. Salah satu cara yang untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengkonsumsi vitamin, istirahat yang cukup, banyak olahraga, serta menjaga pola makan yang sehat dan teratur. Selain itu memperbanyak konsumsi makanan tinggi protein juga dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Bagi orang tua yang memiliki anak bayi dapat melakukan upaya pencegahan TBC dengan imunisasi yaitu pemberian vaksin anti TBC yaitu vaksin BCG.

Apabila TBC tidak diobati, dalam kurun waktu 5 tahun 50% penderita akan meninggal dunia dan 25% yang lain akan semakin parah dan berpotensi menyebarkan TBC ke orangorang yang belum terjangkit. Oleh karena itu, sebisa mungkin cegahlah penularan penyakit ini sebagai upaya untuk mengurangi angka kematian karena penyakit TBC di Indonesia.

 

Sumber Referensi:

https://www.facebook.com/Jendela.Ilmu.Kita/posts/197687007027647

http://sakit.blogdetik.com/2013/06/12/gejalasakittbc/#more76

http://yosefw.wordpress.com/2008/01/02/penggunaanvaksinbcguntukpencegahantuberculosis/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *