Sejarah Imunisasi di Indonesia

Sejarah Imunisasi di Indonesia telah dimulai sejak abad ke-19 yang dilaksanakan untuk pemberantasan penyakit cacar. Program Imunisasi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan telah mencapai banyak keberhasilan selama empat dekade terakhir.

Imunisasi berasal dari kata imun yang berasal dari bahasa latin, immunitas yang berarti pembebasan atau kekebalan. Imunisasi adalah salah satu upaya tindakan medis yang paling efektif dan efisien. Imunisasi merupakan teknologi yang sangat berhasil di dunia kedokteran oleh Katz (1999) dikatakan imunisasi adalah “sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini”.

Sejarah Imunisasi di Indonesia

Tahun 1956 Pelaksanaan kegiatan imunisasi untuk penyakit cacar
Tahun 1956 Indonesia berhasil dinyatakan bebas penyakit cacar oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia)
Tahun 1956 Penyelenggaraan program imunisasi BCG
Tahun 1973 Pelaksanaan kegiatan imunisasi untuk penyakit cacar
Tahun 1974 Program imunisasi vaksin TT kepada ibu hamil
Tahun 1976 Mulai dikembangkan imunisasi DPT pada beberapa kecamatan di pulau Bangka
Tahun 1977 Penetapan fase persiapan Pengembangan Program Imunisasi (PPI)
Tahun 1980 Program imunisasi secara rutin terus dikembangkan dengan memberikan beberapa antigen, yaitu BCG, DPT, Polio dan Campak.
Tahun 1992 Program imunisasi Hepatitis B mulai diperkenalkan kepada beberapa kabupaten di beberapa propinsi
Tahun 1995 Penyelenggaraan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) I
Tahun 1996 Penyelenggaraan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) II
Tahun 1997 Penyelenggaraan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) III
Tahun 1997 Program imunisasi Hepatitis B dilaksanakan secara nasional

 

Pada tahun 1974, cakupan imunisasi di Indonesia baru mencapai 5% sehingga pemerintah pada tahun 1977 menyelenggarakan PPI atau Expanded Program on Immunization (EPI).  Program PPI merupakan program pemerintah dalam bidang imunisasi guna mencapai komitmen internasional dalam rangka percepatan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada akhir tahun 1982.

 

Cakupan imunisasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga setiap tahun minimal 3 juta anak dapat terhindar dari kematian dan sekitar 750.000 anak terhindar dari kecacatan. Keberhasilan pemerintah dalam mecapai UCI secara nasional dapat dicapai pada tahun 1990 dengan cakupan imunisasi mencapai 90%.

 

Program imunisasi melalui PPI ini memiliki tujuan akhir (ultimate goal) sesuai dengan komitmen internasional melalui Global Programme for Vaccines and Immunization (GPVI), yaitu :

  • Eradikasi Polio (ERAPO)
  • Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (Maternal and Neonatal Tetanus Elimination/MNTE)
  • Reduksi Campak (RECAM)
  • Peningkatan mutu pelayanan imunisasi
  • Penetapan standar pemberian suntikan yang aman (safe injection practices)
  • Keamanan pengelolaan limbah tajam (safe waste disposal management)

Keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan program imunisasi mampu menarik perhatian dunia. Sehingga Indonesia terlibat dalam mewujudkan aksebilitas, keterjangkauan dan akuntabilitas imunisasi di tingkat global.

WP Socializer Aakash Web