Apakah Pemeriksaan Pap Smear Efektif Untuk Mencegah Kanker Serviks?

Salah satu penyakit khusus wanita yang cukup berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian adalah kanker leher rahim atau sering disebut Kanker Serviks. Para ahli menyebutkan bahwa penyebab penyakit ini adalah Human Papilloma Virus (HPV).  Tidak seperti penyakit kanker lain pada umumnya, faktor genetis atau keturunan tidak berperan dalam keberadaan penyakit ini. Jadi, belum tentu seseorang yang tidak memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker ini dapat terbebas dari ancaman penyakit ini.

Selain disebabkan oleh HPV, sumber penyakit ini dapat bervariasi, mulai dari konsumsi alkohol dan rokok baik aktif maupun pasif. Penyakit ini pun tergolong sebagai Sexually Transmitted Disease atau penyakit menular seksual, oleh karena itu seks yang tidak aman dapat memicu tumbuhnya virus ini.

Menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim sedini mungkin merupakan salah satu kunci untuk mengurangi resiko terkena kanker leher rahim. Namun, disamping itu terdapat hal lain yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dan meningkatkan kemungkinan kesembuhan penyakit ini, yakni, dengan melakukan deteksi kanker sedini mungkin atau dikenal dengan istilah pap smear.

Pemeriksaan pap smear atau papanicoluau adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mencari adanya kelainan (lesi) prakanker. Prosedurnya adalah dengan mengorek sebagian lapisan kulit yang merupakan sel-sel di mulut leher rahim (serviks) dan memeriksakannya dengan pewarnaan khusus di bawah mikroskop, untuk melihat ada atau tidaknya perubahan bentuk sel yang mengarah pada terjadinya Kanker Serviks.

Pemeriksaan pap smear telah terbukti sebagai alat uji tapis (screening) yang paling efektif untuk mencegah Kanker Serviks dan berhasil mengurangi insidennya, walaupun tidak semua wanita yang sudah menikah melakukan pemeriksaan ini. Meskipun telah melakukan imunisasi HPV, para wanita tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Dengan melakukan pap smear seseorang akan lebih cepat mengetahui apakah ia memiliki sel-sel serviks yang abnormal atau tidak. Pap smear adalah metode yang paling akurat seperti yang dikatakan oleh Organisasi Kanker Amerika meskipun hasilnya tidak dapat secara 100%. Tetapi, ketelitian serta keakuratan dari pap smear mencapai lebih dari 90% yang menandakan pap smear dapat menjadi sumber referensi valid terhadap kondisi sel serviks di dalam tubuh.

Penelitian dari Swedia pun menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan pap smear secara rutin cenderung lebih bisa selamat jika mereka terdiagnosa kanker serviks, bila dibandingkan dengan perempuan yang memiliki kanker serviks yang terdeteksi dari gejalanya. Diagnosa kanker serviks setelah melakukan rutinitas pap smear meningkatkan angka kesembuhan dari 66% ke lebih dari 90%. Pada hampir 400 perempuan yang meninggal karena kanker serviks, 75% tidak pernah menjalani tes pap smear.

Sumber: Arifianto. 2014. Pro Kontra Imunisasi Agar Tak salah Memilih Demi Kesehatan Buah Hati. Jakarta: PT Mizan Publika dan nad.bkkbn.go.id

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *